Aqiqah

Assalamualaikum Wr.Wb

Hari ini aku menyampaikan tentang Aqiqah. Diantaranya sebagai berikut :

Kenapa kita haus melaksanakan Aqiqah?

Aqiqah adalah suatu ajaran Islam yang di contohkan Rosullulah yang mengandung hikmah dan manfaat positif yang bisa kita petik didalamnya, oleh karena itu menjadi ummat islam sudah selayaknya untuk melaksanakan setiap ajaran-ajaran tanpa terkecuali termasuk ajaran ini.

Apa pentingnya Aqiqah?

Apabila kita memiliki barang dan bisa mendatangkan manfaat serta bangga memilikinya namun barang tersebut keadaanya tergadai bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut? Tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya. Begitu juga Aqiqah karena Ia adalah upaya menebus anak kita yang masih tergadai.

Rasullulah bersabda :

“Setiap anak digadaikan dengan Aqiqahnya, ia disembelih (binatang) pada hari ke-7(tujuh) dari kelahirannya, diberi nama dan dicukur kepalanya”. ( HR.Tirmizi, Nasa i dan Ibnu Majah dari Samariah)

Disamping itu, Aqiqah merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugrah sekaligus amanah yang diberikan Allah kepada kita dan mengingat sunnah ini mulai jarang dilaksanakan oleh kaum muslim. Maka menghidupkannya sangat terpuji dan insya Allah akan mendapat balasan sangat besar.

Sabda Rasullulah :

“Barang siapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada ummatku maka baginya pahala orang mati syahid”.(AlHadist)

Dan juga banyak manfaat yang lainnya misalnya untuk mempererat silaturahmi serta ikatan sosial dengan para tetangga, kerabat, fakir miskin dll. Oleh karena itu marilah kita sadari bersama-sama untuk menghidupkan sunnah ini.

Bagaimana Caranya ?

Supaya ibadah kita diterima Allah SWT sebagai amal Sholeh yang Insya Allah menjadi simpanan kita di akhirat hendaklah ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rosullulah oleh karena itu, pentingnya bagi kita untuk memahami kembali makna Aqiqah yang sebenarnya yang diajarkan Rosullulah SAW, agar kita tidak salah dalam melaksanakannya.

I. Makna Aqiqah

Menurut bahasa Aqiqah berarti memutuskan/memotong, sedangkan menurut istilah Syar’i Aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang baru silahirkan pada hari ke-7 (tujuh) dari kelahirannya.

II. Hukumnya

Para Fuqoha beda pendapat dalam hal ini, ada yang wajib, sunah mu’aqadah ada yang menolak Aqiqah ini di syariatkan, Pendapat yang terakhir ini adalah pendapat ahli Fiqih Hanafiah

Adapun yang berpendapat wajib diantaranya Hasan Basri Al-Lats Ibnu Sa’ad dll

Sedangkan yang berpendapat sunnah Mu’aqadah adalah sebagian besar ahli ilmu fiqih dan Iktihad diantara mereka adalah Imam malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad dll dan inilah pendapat yang terkuat

III. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki Dan Anak Perempuan

Yang afdol anak laki-laki disemblih 2 (dua) ekor. Sedangkan anak perempuan 1(satu) ekor, namun ada yang membolehkan untuk anak laki-laki cukup 1 (satu), terutama apabila dalam kesempitan berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh ibnu Abas RA, bahwa sesungguhnya Rosullulah SAW telah Mengaqiqahkan Al’Hasan dan Al’Husain satu kambing satu kambing.

IV. Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Diutamakan melaksanakan Aqiqah pada hari ke-7 (tujuh) dari kelahirannya, adapun kalau belum bisa, boleh hari ke-14 (empat belas) 21 (dua puluh satu) atau kapan saja ia mampu.

Imam Malik berkata

“Pada dhohirnya bahwa keterikatan pada hari ke-7 (tujuh) atas dasar keanjuran, andaikan pada hari itu belum bisa dilakukan, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke-8 (delapan) ke- 10 (sepuluh) atau setelahnya”, aqiqah itu telah cukup karena prinsip ajaran islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah;”Allah akan menghendaki kemudahan bagimu tidak menghendaki kesukaran bagimu(QS 2:185)

Pendapat Imam Malik ini menjelaskan bahwa melakukan aqiqah kapan saja boleh, namun diutamakan (pada hari ke-7) dari kelahirannya.

V. Disunnahkan Memotong Sendiri

Orang yang mengaqiqahkan anaknya sendiri dan ia pandai memotong kambing disunahkan untuk menyemblih sendiri sambil membaca “Bismillahi wallahu akbar, allahuma Sholi alaa muhammadin wa’alaa aalihi wasallim, allahuma minka wa’alaika taqabal hadzihi aqiqah min….. fulan bin fulan”.

Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah berilah rahmat dan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluargannya, ya Allah ini dari engkau dan kembali kepada engkau maka terimalah Aqiqah dari …. Fulan bin Fulan

VI. Makruh Menghancurkan Tulang Aqiqah

Perlu diperhatikan juga dalam hal ini, diusahakan kita tidak menghancurkan tulang kambing Aqiqah mengingat ada keterangan yang berbunyi :

Sabda Rosulluloh:

“Anggota-anggota badan dipotong dan tidak dihancurkan (dipecahkan)”, (HR. Ibnu Munjir dari Aisyah RA.)

Namun ada juga yang membolehkannya mengingat Hadist ini oleh ulama sebagian dianggap lemah.

VII. Pembagian Daging Aqiqah

Pembagian daging Aqiqah dibagikan sebagian kepada fakir miskin sedekah di bagikan kepada kaum kerabat, tetangga yang membantu persalinan atau suku bangsa tertentu sebagai hadiah atau juga boleh sebagian untuk dimakan sendiri, Namun tidak lebih dari sepertiga bagian.

VIII. Memberi Nama

Disunahkan memberi nama kepada anak yang baru dilahirkan dengan nama-nama yang baik, ini tentunya sesuai dengan harapan kita, kelak anak tersebut menjadi anak baik karena dalam nama itu terkandung do’a dan harapan kita

Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah Abdur Rahman, dll. Juga dibolehkan memakai nama-nama malaikat atau para nabi dan juga nama-nama baik lainnya.

Namun dimakruhkan memberi nama dengan nama Yasar (kaya),Rabbah (banyak) dan Aflah (bahagia) karena dikhawatirkan apabila ada yang menanyakan apakah dia demikian jawabannya tidak.

IX. Mencukur Rambut

Disunnahkan mencukur rambut bayi yang baru dilahirkan sampai habis kemudian rambutnya ditimbang dengan perak/emas lalu disedekahkan senilai perak/emas tadi kepada faqir miskin , Rosulluloh SAW memerintahkan kepada Fatimah RA, beliau bersabda:

“Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan berat rambut tersebut dengan perak dan berikanlah kaki Aqiqah kepada satu suku bangsa”.(HR. Baihaqi dari Ali RA)

Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Pertama, diantaranya menghilangkan penyakit karena rambut bawaan bayi mengandung kotoran yang akan mengundang penyakit. Kedua menguatkan syaraf-syaraf kepala sang bayi. Ketiga mempererat ikatan kepada fakir miskin dengan menyedekahkan kepadannya dan hikmah lainnya

Ahli fiqih membolehkan juga mengadakan walimah aqiqah dengan menggunakan fakir miskin, kaum kerabat dan yang lainnya untuk makan bersama guna mempererat uqhuwah Islamiyah dan memetik manfaat positif lainnya.

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan persyaratan kambing aqiqah terutama dalam hal usia kambing, ada yang berpendapat harus dua tahun, ada juga yang berpendapat 1 tahun, bahkan ada yang berpendapat 6 bulan lebih sudah boleh (khusus untuk kambing domba).

Kambingnya sehat, tidak cacat yaitu tidak buta, tidak hilang sebagian besar tanduk atau kupingnya, tidak ompong semua gigi depannya dll.

Tetapi ada juga sebagian ulama yang membolehkan dengan kambing apa saja. mengingat tidak ada dalil khusus mengenai persyaratan kambing Aqiqah, adapun persyaratan tadi di atas meruakan kias dari persyaratan kambing qurban, namun tetap yang paling afdol tentunya yang memenuhi syarat-syarat di atas.

Menurut para ulama diperbolehkan beraqiqah dengan kambing yang tak bersuara, dan juga dengan kambing perempuan karena dalam persyaratan kambing untuk aqiqah tidak ditemukan satupun keterangan yang melarangnya tetapi labil afdol adalah dengan kambing laki-laki(jantan)

Demikianlah yang dapat kami tulis tentang Aqiqah ini mudah-mudahan Aqiqah yang kita laksanakan sesuai dengan tuntunan dan kita berharap anak-anak yang kita Aqiqahkan mendapat rahmat, Inayah, serta hidayah dari Allah SWT, serta dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk dan kelak akan menjadi anak Shaleh dan Shalehah yang berguna bagi Nusa Bangsa dan Agamanya dan juga bisa memberikan syafaat serta senantiasa mendo’akan kita telak, Amin,

Do’a Untuk Anak

U’idzuka bi kalima tillahit tammati. Min Kulli syaithoni wa hammah. wamin kulli a’inin laammah

Artinya : Aku perlindungan Engkau (wahai bayi) dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap pandangan yang penuh kebencian.

Kuakhiri post ini

Wassalamualaikum Wr.Wb

One response to this post.

  1. […] melihat post terbaru di blog saya klik disini atau lihat dibawah post […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: