Musuh-Musuh Rosullulah SAW (seri 2)

Assalamualaikum Wr.Wb

Halo teman-teman. Hari ini aku akan melanjutkan tentang Musuh-Musuh Rosullulah SAW. Nah yg terakhir adalah

A. Musailamah Al Kazab

Menjelang Rasullulah saw wafat, banyak orang yang mengaku-anku mendapat wahyu dari allah dan diangkat menjadi nabi, dan yang pertama kali mengaku-aku nabi adalah Musailamah al kazab. Ia didukung oleh Bani Hanifah di Yamamah. Ia memperistri Sajah yang mengaku nabi dari kalangan orang kristen. Mereka berhasil menyusun pasukan besar yang berkekuatan 40.000 orang. Abu bakar ass shiddiq mengirimkan Ikrimah bin abu jahal dan Syurahbil bin Hasanah untuk memerangi Musailamah al-Kazab dan para pengikutnya. pada mulanya pasukan Islam terdesak. Akan tetapi, pasukan bantuan segeran datang di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Pasukan Islam bertempur dengan gagah berani. Pasukan Musailamah akhirnya berhasil dikalahkan.

Pada suatu hari Musailamah al Kazab pernah mengutus 2 orang untuk menyampaikan surat kepada Nabi Muhammad SAW isinya

” Dari Musailamah rosullulah kepada Muhammad, salam sejahtera. Saya sudah bersekutu dengan kau dalam soal ini. Bumi ini buat kami separuh dan buat quraisy separuh. Akan tetapi, Quraisy golongan yang tidak suka berbuat adil.”

Nabi Muhammad SAW membalas surat tersebut dengan kalimat

” Bismilahir-rahmanir-rahim. Dari Muhammad rosullulah kepada Musailamah pembohong. Bumi ini milik allah, diwariskan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.”

Usaha Musailamah menyerang kaum muslimin antara lain

  • melakukan kegiatan bersama-sama Laqit dan Tulaihah
  • dan mereka bertiga menyebarkan propaganda di daerahnya masing-masing. dalam melakukan propaganda terhadap Nabi Muhammad SAW, dilakukannya tanpa penyerangan. Propaganda yang mereka lakukan dengan mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang diutus hanya untuk golongannya. Mereka pun mengatakan bahwa dirinya juga nabi seperti Muhammad yang menerima wahyu. Di samping itu mereka menginginkan agar kekuasaan berada di tangannya sehingga dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kaum di lingkungannya

Hal tersebut diterangkan dalam sebuah percakapan antara amr bin as (sesudah masuk islam) dan Musailamah al Kazab sebagai berikut :

Musailamah   : “Apa yang telah diturunkan kepada kawanmu  (Nabi

Muhammad SAW) pada waktu ini?”

Amr                   : “Sesungguhnya telah diturunkan kepadanya sebuah surah

ringkas, tetapi sangat mendalam.”

Musailamah   : “Surah apakah itu?”

Amr                   : “Wal asri… ”

Musailamah   : “Dan telah diturunkan juga olehku.”

Amr                   : ” Apa itu?”

Musailamah   : ” Ya wabr, ya wabr. Wa inama anta uzunani was sadr wa sa

iruka hafrun naqar (Hai marmut, hai marmut sesungguhnya

engkau punya dua telinga dan dada. dan semua jenis kamu

suka menggali dan melobangi.)”

Musailamah   : “Bagaimana pendapatmu?”

Amr                   : “Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah pendusta.”

Begitu mendengar berita Nabi Muhammad SAW wafat, tersiar di negeri Arab. Bibit fitnah yang sudah disiapkan sejak dulu dengan mudah tersebar luas ke segenap penjuru. Fitnah itu bergerak dalam bermacam-macam bentuk sesuai dengan faktor-faktor yang menggerakannya.

Kusudahi dulu yaa…

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: